Ażkār Yaumiyyah

Zikir harian: pagi dan petang, tidur dan bangun, serta salat.

00
00
00

Waktu

Ayyamul Bidh

Jadwal salat hari ini

    Hitung mundur

    Al-Ma'ṡūrāt

    Zikir pagi dan petang susunan Imam Hasan Al-Banna.

    Apa beda Sugra dan Kubra?

    Mode modifikasi. Kubra adalah susunan lengkap. Sugra adalah ringkasan yang disusun Imam Hasan Al-Banna untuk saat waktu sempit atau semangat menurun: istiadzah, Al-Fatihah, awal Al-Baqarah (ayat 1–5), Ayat Kursi, dan penutup Al-Baqarah, lalu Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas masing-masing 3×, dilanjutkan zikir hingga istigfar terakhir, lalu langsung ke “Subhanaka Allahumma” sampai akhir. Hitungan bacaan tersimpan di perangkat ini dan mulai dari nol setiap hari. Bacaan yang sama di Sugra dan Kubra pada waktu yang sama dihitung bersama, jadi tidak perlu diulang.

    Ażkār an-Naum wal-Istīqāẓ

    Zikir saat hendak tidur dan setelah bangun.

    Zikir Tidur

    Bangun dan tidur

    Ażkār aṣ-Ṣalāh

    Zikir ketika dan sesudah salat.

    Zikir Salat

    Saat dan sesudah salat

    Pengaturan

    TemaOtomatis mengikuti perangkat
    Pratinjau waktuLihat tampilan tiap waktu tanpa menunggu jam. Kembali otomatis saat halaman dimuat ulang. Pada tema Gelap di waktu Siang atau Malam, ketuk langit 4x untuk mengakhiri atau mengulang gerhana.

    Beranda

    Pilih gaya jam yang tampil di beranda, lalu atur urutannya dengan menyeret tombol di sisi kanan. Di beranda, ketuk dua kali jam untuk berganti ke gaya berikutnya sesuai urutan ini. Gaya yang dimatikan dilewati.

      Pratinjau jadwal hari ini

      Subuh–
      Zuhur–
      Asar–
      Magrib–
      Isya–
      Duha–

      Metode Subuh dan Isya

      Zuhur

      Asar

      Awal Duha

      Fajar kāżib (perkiraan)

      Penyesuaian waktu

      Geser tiap salat sendiri-sendiri (ihtiyat), −10 sampai +10 menit.

      Subuh
      0 mnt
      Zuhur
      0 mnt
      Asar
      0 mnt
      Magrib
      0 mnt
      Isya
      0 mnt

      Lokasi

      Teks

      Perataan Latin dan terjemahan

      Konten bacaan

      Contoh tampilan

      Interaksi

      Kecepatan gulir otomatisLama tiap bacaan mengikuti jumlah katanya. Mulai lewat tombol panah ganda di bilah atas.
      1×

      Mode bacaan

      Setel ulang

      Ketuk sekali, lalu tahan tombol sampai terisi penuh. Setelahnya masih ada tombol Urungkan.

      Data Anda tersimpan di perangkat ini

      Satu berkas cadangan berisi pengaturan, hitungan zikir, lokasi, dan seluruh data Mutabaah.

      –Ukuran dataBelum pernahTerakhir dicadangkan

      Cadangan lengkap

      Setel ulang

      Ketuk sekali, lalu tahan tombol sampai terisi penuh. Setelahnya masih ada tombol Urungkan.

      Tentang

      Kebijakan privasiCara data Anda disimpan dan dipakai

      Hijri Syamsi

      Hijri Syamsi (Hijriah Syamsiah) adalah penanggalan matahari yang tahunnya dihitung sejak hijrah Nabi ﷺ. Tiap bulannya ditandai perjalanan matahari melewati satu dari dua belas buruj, sehingga bulan selalu jatuh pada musim yang sama.

      Dalam versi Saudi, tahun baru dimulai pada 1 Mizan (sekitar 23 September), awal musim gugur, yang dikaitkan dengan hari kedua tibanya Nabi ﷺ di Madinah. Versi Iran dan Afghanistan memulai tahun pada 1 Hamal (Nowruz, sekitar 21 Maret), sehingga dari Hamal sampai Sunbulat angka tahunnya satu lebih besar daripada versi Saudi.

      Keterangan di kanan tanggal (misalnya puasa sunah atau Ayyamul Bidh) dihitung di perangkat dari kalender Hijriah Umm al-Qura, sehingga bisa berbeda sehari dari penetapan Kemenag atau ormas Anda. Pastikan dengan pengumuman setempat.

      Bulan-bulannya: Mizan, Akrab, Kaus, Jadi, Delu, Hut, Hamal, Saur, Jauza, Saratan, Asad, dan Sunbulat.

      Sumber: Wikipedia Arab, “تقويم هجري شمسي”.

      Kode warna jadwal

      Kode warna waktu saat ini (hijau, jingga, dan merah) didasarkan pada pembagian waktu yang tersedia hingga waktu berikutnya menjadi 3 bagian yang sama. Warna-warna ini tidak ada hubungannya dengan waktu terbaik untuk melakukan salat.